hesti andriani ,2014001721
Jawaban uas
algoritma:
1) Definisi algoritma adalah urutan langkah-langkah logis penyeselaian masalah yang disusun
secara sistematis dan logis. Kata logis (logika) merupakan kata kunci dalam
algoritma. Langkah-langkah dalam algoritma harus dapat ditentukan bernilai
benar atau salah.
Contoh :
a)Algoritma untuk menentukan
bilangan akar kuadrat dari suatu bilangan bulat positif yang diinput.
1. Baca bilangan bulat positif yang diinput, sebut saja sebagai A.
2. Dinyatakan Nilai B adalah 0
3. Jika Nilai C sama dengan Nilai A, maka Nilai B adalah Akar dari Nilai A, lalu stop
4. Jika tidak, maka nilai B akan bertambah 1
5. Kembali ke langkah pada No.3
1. Baca bilangan bulat positif yang diinput, sebut saja sebagai A.
2. Dinyatakan Nilai B adalah 0
3. Jika Nilai C sama dengan Nilai A, maka Nilai B adalah Akar dari Nilai A, lalu stop
4. Jika tidak, maka nilai B akan bertambah 1
5. Kembali ke langkah pada No.3
b)Buatlah algoritma untuk menghitung
nilai y dari persamaan y = 2x + 6
Algoritmanya adalah :
Algoritmanya adalah :
- Mulai
- Tentukan nilai x
- Hitung nilai y = 2x + 6
- Tuliskan/cetak Nilai x dan y
- Selesai
2)
Flowchart
Suatu flowchart adalah suatu representasi secara diagram yang
mengilustrasikan urutan dari operasi yang dilakukan untuk mendapatkan suatu
hasil. Dengan kata lain, flowchart membantu kita untuk mengerti dan melihat
bentuk algoritma dengan menampilkan algoritma dalam simbol-simbol gambar.
Dalam menggambar flowchart, digunakan simbol tertentu seperti diatas.
Contoh berikut bisa digunakan untuk lebih mengerti perbedaan kegunaan simbol-simbol
tersebut. Misal kita ingin mencari jumlah dari 2 buah bilangan, maka
flowchart-nya adalah sebagai berikut :
v Pseudo Code
Pseudo Code adalah urutan baris algoritma seperti kode pemrograman dan
tidak memiliki sintak yang baku. Pseudo Code lebih umum digunakan oleh
programmer yang berpengalaman. Akan tetapi, flowchart lebih mudah dimengerti
oleh programmer pemula, pseudo code sangat mudah diimplementasikan ke dalam
kode program dibandingkan dengan flowchart. Kita bisa bebas menulis pseudo code
selama itu mudah dimengerti bagi orang lain. Tetapi disarankan untuk
menggunakan keyword yang umum digunakan seperti : if, then, else, while, do,
repeat, for, dan lainnya. Dan ikuti gaya penulisan pemrograman seperti Pascal,
C++, dll. Perhatikan kode dibawah ini :
- Mulai
- Masukkan sebuah angka
- Masukkan sebuah angka dan tampilkan
- Ambil angka yang sebelumnya dan tampilkan
- Selesai
Pseudo Code diatas lebih baik dibandingkan sebelumnya. Kita bisa dengan
jelas melihat dimana angka disimpan dan angka yang mana yang ditampilkan.
Sekarang kita akan mengubah flowchart pada gambar 1.2
- Start
- Masukkan A dan B
- C = A + B
- Tampilkan C
- End
3)
a. Tipe data Integer / Ordinal :
Tipe data ini adalah tipe data yang berupa bilangan bulat yang akan digunakan untuk operasi matematika.
Tipe data ini adalah tipe data yang berupa bilangan bulat yang akan digunakan untuk operasi matematika.
b. Tipe
data Boolean:
Tipe data ini hanya terdiri dari nilai logika True dan False
Tipe data ini hanya terdiri dari nilai logika True dan False
c. Tipe
data Floating Point /Real:
Tibe data ini meliputi bentuk bilangan desima
Tibe data ini meliputi bentuk bilangan desima
d. Tipe
Data Enumerated:
Tipe data ini adalah berupa nilai urutan dari data yang telah dibuat
Tipe data ini adalah berupa nilai urutan dari data yang telah dibuat
e. Tipe
data Sub Range:
Tipe data ini memungkinkan kita membuat range sendiri
Tipe data ini memungkinkan kita membuat range sendiri
f. Tipe
data String dan Character:
Tipe data String adalah tipe data yang merupakan rangkaian dari huruf, angka atau symbol yang tidak mengandung harga (nilai).
Tipe data String adalah tipe data yang merupakan rangkaian dari huruf, angka atau symbol yang tidak mengandung harga (nilai).
4)
Runtunan
merupakan struktur dasar algoritma terdiri dari satu atau lebih instruksi, yang
tiap
instruksidikerjakan secara berurutan
sesuai dengan urutan penulisan dari algoritma tersebut. Sebuah
instruksi dikerjakan setelah
instruksi sebelumnya dikerjakan. Hasil akhir dari algoritma runtunan ini
ditentukan oleh urutan instruksinya.
Jika terjadi perubahan instruksi maka hasil akhirnya
kemungkinan juga berubah. Instruksi-instruksi
dalqam algoritma ini akan dikerjakan semua dan
tidak ada yang diabaikan. Pada
dasarnya semua program dibuat berdasarkan struktur algoritma
runtunan.
Contoh struktur
runtunan:
Bentuk struktur sekuensial itu
seperti disamping, pada struktur sekuensial ni langkah-langkah yang dilakukan
dalam algoritma diproses secara berurutan.
dimulai dari langkah pertama, kedua,
dan seterusnya. Pada dasarnya suatu program memang menjalankan suatu proses
dari yang dasar seperti struktur ini.
berikut adalah contoh program yang
dijalankan menggunakan struktur sekuensial ini:
5) Pada struktur percabangan, program akan berpindah urutan pelaksanaan
jika suatu kondisi yang disyaratkan dipenuhi. Pada proses seperti ini simbol
flowchart Decision harus digunakan. Simbol decision akan berisi pernyataan yang
akan diuji kebenarannya. Nilai hasil pengujian akan menentukan cabang mana yang
akan ditempuh.
Contoh:
Dalam
suatu perhitungan, nilai P = X + Y. Jika P positif, maka Q = X * Y, sedangkan
jika negative maka nilai Q = X/Y. Buatlah flowchart untuk mencari nilai P dan Q
Penyelesaian:
Pada contoh ini input yang dibutuhkan adalah nilai X dan Y, sedangkan proses pemeriksaan kondisi dilakukan pada nilai P apakah positif (termasuk 0) ataukah negative. Perhatikan flowchart penyelesaian masalah pada gambar 5.10.
Penyelesaian:
Pada contoh ini input yang dibutuhkan adalah nilai X dan Y, sedangkan proses pemeriksaan kondisi dilakukan pada nilai P apakah positif (termasuk 0) ataukah negative. Perhatikan flowchart penyelesaian masalah pada gambar 5.10.
6)
Struktur
pengulangan terdiri atas 2 bagian yaitu :
- kondisi pengulangan, yaitu ekspresi boolean yang harus dipenuhi untuk melaksanakan pengulangan. Kondisi ada yang dinyatakan secara explisit oleh pemrogram.
- badan (body) pengulangan, yaitu satu atau lebih aksi yang akan diulang
- Struktur FOR
Struktur FOR digunakan untuk
menghasilkan pengulangan sejumlah kali tanpa penggunaan kondisi apapu, struktur
ini menyebabkan aksi diulangi sejumlah kali (tertentu)
Bentuk umum struktur FOR ada 2 macam
: menaik (ascending) dan menurun (descending)
FOR menaik :
For peubah ← nilai_awal to
nilai_akhir do
Aksi
Endfor
|
Keterangan :
1.
- peubah : haruslah bertipe sederhana
- nilai_awal : haruslebih kecil atau sama dengan nilai_akhir
- pada awalnya, peubah diinisialisasi dengan nilai_awal. Nilai peubah secara otomatis bertambah satru setiap kali aksi pengulangan dimasuki, sampai akhirnya nilai peubah sama dengan nilai_akhir
- Struktur WHILE-DO
Bentuk umum struktur WHILE-DO adalah
while <kondisi> do
Aksi
endwhile
|
aksi (atau runtunan aksi) akan
dilaksanakan berulangkali sepanjang <kondisi> boolean masih tetap
bernilai true, jika <kondisi> bernilai false, badan
pengulangan tidak akan dilaksanakan. Pengulangan selesai
Contoh 1:Tuliskan algoritma untuk mencetak banyak HALO sebanyak 10 kali .
Algoritma cetak_banyak_halo
Deklarasi
K : integer {pencacah pengulangan}
Deskripsi
K ← 1 {inisialisasi}
While k ≤ 10 do
Write (‘HALO’)
K ←K+1
Endwhile
{kondisi berhenti : k > 10}
Hhhhhh Do … While
x= 1
Do
{
Output
“Amikom”
x= x+1
}
While
(x<= 5)
Contoh while Flowchart:
Contoh for :







Tidak ada komentar:
Posting Komentar